.::Once Upon a Time In Bali::. Part 2
Baca juga Part 1-nya di : #Day One# 31/08/11
#Day Two# 01/09/11
Perjalanan kemarin ternyata membuat kondisi fisik sy menurun .. Flu kambuh, batuk parah, dan suara serak nyaris hilang.. L.. Ini mungkin karena saya sudah duluan kecapekan sebelum berangkat ke Bali, ditambah perjalanan seharian berkendara sepeda motor dengan tubuh yang hanya terbalut kaos oblong tipis dan celana jeans pendek.. Semestinya petualangan hari kemarin akan ditutup dengan kegiatan “melantai” di pusat hiburan malam sekitar pantai Kuta, tapi agenda itu harus batal krn fisik sy terlanjur drop, begitupun Marshie.. Tapi agenda travelling di hari kedua ini harus tetap berlangsung, dan kali ini guide saya akan menjadi 2 orang, dengan kehadiran Verna, teman saya yg lagi kuliah keperawatan di udayana.. sang ibu perawat yang jg tak kalah cantik dgn marshie ini,begitu berbaik hati sampai rela bolos demi menemani dan menjadi tour guide saya..Thanks VE..!! Sesuai rencana hari ini kami akan menggunakan sebuah city car mungil Suzuki Estillo dengan harga sewa IDR 150rb saja.. Terima kasih juga buat K’e Jetto yang sudah bermurah hati membantu merental mobilnya dan mengantarkan ke tempat penginapan saya.
Singkat cerita, pukul 11.00 WITA (molor dari jadwal seharusnya L ) saya sudah berada di balik kemudi si mungil estillo. Kami terlebih dahulu singgah mengisi bensin mobil dan mengisi perut dgn makanan yang enak (sy lupa nama warung & tempatnya) lalu mulai meluncur di bypass ke arah Timur Laut Denpasar. Karena kemarin saya sudah menghabiskan waktu menikmati pantai dan sunset yang eksotis, maka hari ini tujuan kami adalah bertualang ke taman ujung di karang asem dan menikmati sunset dari pura besakih di kaki gunung agung.. Melintasi bypass yg lurus, adrenalin saya mulai tinggi utk mencicipi si estillo.. Ini pertama kalinya sy menyetir mobil mungil bermesin kurang dari 1000cc yang sangat irit ini (kurang dari IDR 75 ribu untuk biaya bbm selama perjalan lebih dari 150 km full AC n music :P).. 100 Kpj (kilometer per jam,red) masih aman, naik lagi ke 120 Kpj tetap stabil, ketika jarum speedometer akan menuju angka 140 Kpj, Verna dan Marshie mulai protes.. hahaha.. saya mulai lupa diri.. tapi kemampuan si mungil estillo yg cukup responsif, sungguh diluar dugaan saya!!
Selepas bypass, kami mulai memasuki jalanan menanjak/menurun yang berkelok-kelok, melewati sungai,sawah,dan alam pedesaan bali yang indah..Saat kami melintas bertepatan dengan jam pulang sekolah,sehingga di beberapa titik perjalanan kami mesti lebih lambat.. Tapi ada sisi positifnya dimana mata saya boleh berkelana mencicipi ke-ayu-an gadis2 smu yang berkendara motor dgn rambut panjangnya yang rata2 dikepang dua seperti jaman2 kolonial..:P Mereka tampak sangat eksotis!!! Kurang lebih pukul 14.00 WITA, kami tiba di kompleks taman ujung yang asri, dengan taman2 berundak dan kolam2 teratai juga jembatan2 yang indah..Untuk masuk kesini selain biaya parkir dan tiket perorang, ternyata kamera DSLR juga dikenakan biaya L.. Sekitar IDR 50 ribu totalnya, tapi sebanding dengan pemandangan dan pengalaman yang kami rasakan disana.. Verna dan Marsi pun saya daulat untuk berpose layaknya model2 pro (hahae) setiap kali kami menemukan spot yg unik..
Puas menikmati pemandangan di taman ujung dan jeprat-jepret sana-sini, kami kembali melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya : Pura Besakih.. Perjalanan dari taman ujung ke pura besakih lebih menantang, dengan medan berkelok dan beberapa kali melewati jalanan rusak bahkan diwarnai dengan acara nyasar singkat di area pasar amlapura..hahaha.. Malu bertanya sesat di jalan, maka kamipun rajin bertanya sambil membeli salak :P.. Akhirnya (singkat cerita :P) sekitar pukul 17 kami sudah sampai di puncak kompleks Pura Besakih, lengkap dengan kain adat bali di pinggang masing-masing yg disewa seharga IDR 10 ribu.. Sebelumnya Verna dan Marsi sempat bete dengan prosedur berbelit dari para guide lokal (yg ujung-ujungnya duit :D), juga serbuan para penjual bunga dan kartu pos yang lebih mirip memaksa daripada menawarkan dagangannya.. Sy sendiri tak mau merusak mood liburan saya dengan berpikir positif dan menghadapi semuanya dengan senyuman :P ..
![]() |
| "bukan trio kwek-kwek!!" :P |
Secara kebetulan, hari itu lingkungan pura sangat ramai dengan penduduk lokal yang melakukan ritual sembayang,salah satu bagian prosesi setelah ngaben.. Segera saja my EOS menembak ke segala arah.. Tak terasa waktu terus berjalan dan lembayung senja mulai terlukis di langit.. Kamipun menikmati senja dari kawasan tertinggi di kompleks Pura Besakih.. Segera setelah mentari hilang dari pandangan, kami kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan pulang ke Denpasar melewati Bangli dan Gianyar..
SUnset @Pura Besakih |
Petualangan hari itupun kami akhiri dengan acara makan-makan di sebuah rumah makan khas Bali yang cukup ternama (lagi2 sy lupa namanya L)… Ada secercah asa untuk melanjutkan petualangan di area hiburan malam Kuta, tapi fisik saya benar2 sudah susah diajak kompromi, apalagi esok pagi saya harus terbang ke Ende… Acara makan-makan inipun menjadi penutup petualangan luar biasa saya di Bali.. Thankyou Marshie, Thankyou Verna.. See You Next Time!!! [dengan salah satu agenda utama : “melantai” di Kuta,..hahaha]










0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih telah mengunjungi artikel ini,.. Silahkan tingalkan Komentar,..